Tuesday, 11 September 2018

Sekilas tentang Maroko


Maroko adalah sebuah negara yang terletak di Afrika Utara. Perairan yang ada di sebelah utara Maroko adalah Laut Tengah (Mediterranean Sea), sedangkan perairan yang ada di sebelah barat Maroko adalah Samudera Atlantik. Maroko berbatasan dengan Aljazair di timur, Mauritania di selatan dan Ceuta dan Melilla (Spanyol) di utara. Secara administratif, Maroko dibagi menjadi 12 régions (daerah tingkat satu) dan 75 daerah tingkat dua. Daerah tingkat dua di Maroko dikelompokkan menjadi 62 provinsi dan 13 kotamadya. Kota terbesar di Maroko adalah Casablanca, sedangkan ibukota Maroko adalah Rabat. Sistem pemerintahan Maroko adalah constitutional monarchy (kerajaan dimana raja tidak berkuasa secara mutlak) dengan parlemen. Raja Maroko sekarang ini adalah Mohammed VI, dan perdana menterinya yang sekarang ini adalah Saadeddine Othmani. Kelompok etnis yang mendiami Maroko adalah bangsa Arab (rata-rata dari suku Bani Hassan, Bani Hilal dan Bani Sulaim) dan bangsa Berber (pribumi Afrika Utara), sedangkan kelompok etnis pendatang di Maroko adalah bangsa Perancis, Spanyol, Yahudi, Gnawa (orang Afrika kulit hitam yang telah berasimilasi menjadi orang Maroko) dan lainnya. Di Maroko, banyak terdapat pekerja migran Afrika kulit hitam (Afrika non-Arab). Mayoritas masyarakat Maroko menganut agama Islam (99%), sisanya menganut agama lain (Kekristenan, Yahudi, dsb.) atau tidak beragama. Banyak warga Maroko yang merantau ke wilayah lain, khususnya Eropa Barat dan negara-negara Arab Teluk, untuk menjadi pekerja migran, bahkan banyak warga Maroko diaspora (perantauan) yang beranak-pinak di sana. Industri yang tumbuh subur di Maroko adalah fosfat, tekstil dam pariwisata. Luas wilayah Maroko adalah 710,850 km² jika Sahara Barat dianggap sebagai wilayah Maroko, sedangkan jika Sahara Barat dianggap sebagai negara lain, luas wilayah Maroko adalah 446,550 km². Penduduk Maroko adalah 35,740,000 jiwa. Titik tertinggi di Maroko adalah Jbel Toubkal (4,165 m). Bahasa resmi di Maroko adalah Bahasa Arab (Modern Standard Arabic), Bahasa Berber Tamazight dan Bahasa Perancis. Bahasa lain yang digunakan di Maroko adalah Bahasa Arab dialek Maroko (Darija) dan Hassaniyah, Bahasa Berber Shilha, Bahasa Berber Rif, Bahasa Spanyol dan lainnya.


Thursday, 1 September 2016

Laporan Perjalanan ke Jawa Tengah

Pada hari Kamis, 25 Agustus 2016, saya beserta kedua orangtua saya pergi ke Jawa Tengah untuk menelusuri sejarah bangsa Indonesia. Tujuan pertama kami adalah Candi Borobudur, sebuah candi peninggalan Wangsa Syailendra. Kami berangkat dari rumah nenek saya di Jakarta Timur pada pukul 06.30 WIB dengan mobil sewaan dari Bandung. Kami membawa bekal lontong untuk dimakan di sepanjang perjalanan supaya tidak menghabiskan waktu untuk berhenti di restoran. Rute yang kami lewati untuk menuju Candi Borobudur adalah Jakarta – Tol Jakpek – Tol Cipali – Tol Palikanci – Tol Bakrie – Tol Brebes Timur – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Banjarnegara – Wonosobo – Purworejo – Salaman – Borobudur, sebuah rute yang melewati dataran rendah dan dataran tinggi. Selama di perjalanan, kami beristirahat beberapa kali, baik untuk buang air kecil maupun untuk mengisi BBM. Kami juga dihadapi dengan kekacauan lalu lintas (kemacetan) di beberapa titik di sepanjang perjalanan. Sungguh, itu adalah perjalanan yang sangat melelahkan, karena melewati daerah peunungan dan sang pengemudi (bapak saya) harus menghadapi 'setan' jalan raya, yaitu truk besar yang jalannya lama seperti keong. Kami akhrirnya tiba di Borobudur pada pukul 20.30 WIB, tepatnya di Hotel Cempaka Villa. Setelah tiba di hotel, kami menempatkan barang bawaan kita di kamar hotel, lalu kami meninggalkan hotel untuk makan di sebuah rumah makan Padang. Kami makan di rumah makan tersebut karena pada waktu itu, pukul 20.30 WIB, semua rumah makan yang ada di sana titul kecuali satu. Di sana makanannya enak, ya terang saja, karena terpaksa makan apa juga enak. Setelah kembali ke hotel dan langsung tidur


Pada hari Jum’at, 26 Agustus 2016, dalam keadaan mengantuk, kami meninggalkan hotel tempat kami menginap pada pukul 04.30 WIB untuk melihat matahari terbit di Candi Borobudur. Kami berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap menuju Hotel Manohara untuk memulai perjalanan menuju Candi Borobudur. Di sana, kami mendapatkan senter gratis karena di Candi Borobudur tidak ada penerangan. Kami tiba di lokasi pada pukul 05.00 WIB. Di lokasi, rata-rata wisatawan yang berkunjung ke sana pada saat matahari terbit adalah wisatawan asing, baik kulit putih maupun Tionghoa. Di lokasi, pada waktu fajar, udara di sekitar candi Borobudur masih berkabut dan Borobudur masih sangat sepi pengunjung, paling hanya satu dua. Semakin mendekati waktu matahari terbit, kabutnya berangsur-angsur semakin menghilang. Sungguh, matahari terbit di Borobudur adalah pemandangan yang menakjubkan.
















Kami meninggalkan lokasi pada pukul 07.45 WIB dalam keadaan lapar, lalu kami berjalan kaki menuju Hotel Manohara untuk mengembalikan senter dan membeli souvenir berupa replika Candi Borobudur dari batu yang diambil dari Merapi. Setelah beristirahat sejenak di kafe Hotel Manohara untuk mengambil snack gratis, kami berjalan kaki menuju hotel tempat kami menginap untuk sarapan pagi.

Setelah sarapan pagi, kami kembali ke kamar hotel dalam keadaan lelah dan mengantuk pada pukul 10.00 WIB, lalu kami beristirahat dan tidur sejenak sampai tiba waktunya sholat Jum’at. Setelah tiba waktunya sholat Jum’at, saya dan bapak saya pergi ke Masjid Al-Ikhlas yang berada di sebelah TK Muhammadiyah untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Kami meninggalkan tempat sholat Jum’at pada pukul 12.30 WIB, lalu kami meninggalkan hotel pada pukul 12.40 WIB. Tujuan pertama kami adalah Camera House, sebuah 'art gallery' yang berupa rumah aneh berbentuk kamera DSLR yang terletak 2 km dari Candi Borobudur, di sana kami berfoto-foto sejenak, tetapi tidak masuk ke dalam bangunan yang disebut ‘Camera House’.














Setelah meninggalkan Camera House, kami berangkat menuju Candi Pawon (candi kecil peninggalan Wangsa Syailendra) tetapi kami berhenti dulu di warung untuk membeli minum. Kami tiba di Candi Pawon pada pukul 13.30 WIB. Di sana, kami tidak mengambil foto banyak-banyak karena candi tersebut adalah candi kecil, mangkannya bapak saya tidak turun dari mobil.














Setelah meninggalkan Candi Pawon, kami berangkat menuju Candi Mendut (candi kecil peninggalan Wangsa Syailendra). Candi Pawon dan Candi Mendut memang berdekatan, makannya kami tiba di Candi Mendut pada pukul 14.00 WIB. Candi tersebut masih dipakai sembahyang oleh umat Buddha, bahkan saya melihat dengan mata kepala sendiri ada orang yang bersembahyang. Di sana, kami tidak mengambil foto banyak-banyak karena candi tersebut adalah candi kecil, tetapi tidak terlalu kecil. 












Setelah meninggalkan Candi Mendut, kami mencari rumah makan sampai berkeliling Borobudur dan akhirnya kami menemukan sebuah rumah makan kecil di tepi jalan menuju Magelang. Kami makan siang di rumah makan tersebut. Setelah selesai makan di sana, kami meninggalkan lokasi pada pukul 15.30 WIB. Tujuan kami setelah itu adalah Semarang. Rute yang kami lewati untuk menuju Semarang adalah Borobudur – Jalan Soekarno Hatta – Blondo – Magelang – Secang – Pringsurat – Ambarawa – Bawen – Tol Semarang-Bawen – Semarang, sebuah rute yang melewati jalan besar. Selama di perjalanan, kami beristirahat satu kali saja, yaitu di sebuah SPBU antara Magelang dan Secang, untuk mengisi BBM. Perjalanan waktu itu sangat menegangkan, karena bapak saya ngebut terus di jalan dan ibu saya khawatir takut ada kecelakaan. Setelah hampir tiga jam melintasi dataran rendah dan dataran tinggi, kami akhrirnya tiba di sebuah SPBU di Semarang untuk buang air kecil. Setelah meninggalkan SPBU, kami berangkat menuju Jalan Pandanaran untuk membeli oleh-oleh khas Jawa Tengah. Karena bawa mobil sendiri, kami membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak. Setelah selesai membeli oleh-oleh, kami makan di salah satu warung yang berada di Jalan Pandanaran.












Setelah selesai makan di salah satu warung yang berada di Jalan Pandanaran, kami berangkat menuju Lawang Sewu (bangunan bersejarah bekas kantor kereta api pada zaman Belanda). Di Lawang Sewu, kami melihat banyak sekali pengunjung, semuanya orang Indonesia. Setelah tiba di Lawang Sewu pada pukul 21.30 WIB. Tidak jauh dari Lawang Sewu ialah Tugu Muda (tugu peringatan perjuangan kemerdekaan Indonesia). Di malam hari, warna lampu di Tugu Muda selalu berubah-rubah. Sungguh, itu pemandangan yang menakjubkan.




Setelah kami meninggalkan lokasi pada pukul 22.30 WIB, kami berangkat menuju Hotel Djajanti House. Setelah tiba di hotel, kami menempatkan barang bawaan kita di kamar hotel, lalu langsung tidur, karena kami sudah super ngantuk.

Pada hari Sabtu, 27 Agustus 2016, kami bangun telat karena terlalu lelah, lalu kami mandi, lalu sarapan pagi pada pukul 09.30 WIB. Setelah selesai sarapan pagi, lalu kami meninggalkan hotel pada pukul 10.45 WIB. Setelah meninggalkan hotel, tujuan kami adalah Brown Canyon (bekas situs pertambangan batu yang nantinya akan menjadi kebun binatang) Rute yang kami lewati untuk menuju Brown Canyon adalah Jalan Semarang - Surakarta – Jalan Teuku Umar – Jalan Tol Semarang – Jalan Majapahit  – Mranggen – Jalan Jatikusumah Raya – Jalan Ungaran – Mranggen – Brown Canyon. Di perjalanan, kami berhenti sejenak di sebuah minimarket untuk buang air kecil. Kami tiba di Brown Canyon pada pukul 11.45 WIB. Ketika tiba di Brown Canyon, saya melihat susunan bebatuan yang menakjubkan seperti di Grand Canyon Amerika sana. Sayangnya, batu-batu itu tidak akan bertahan lama karena tempat itu nantinya akan menjadi kebun binatang. Waktu itu, hawanya sangat panas seperti di neraka, tetapi itu bisa terbayarkan dengan pemandangan yang indah.


Kami meninggalkan Brown Canyon pada pukul 14.20 WIB, lalu kami berangkat menuju Kota Kudus (sebuah kota di utara Jawa Tengah yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa). Rute yang kami lewati untuk menuju Kota Kudus adalah Jalan Sarwo Edi Wibowo – Jalan Majapahit – Jalan Sukarno-Hatta – Jalan Wolter Monginsidi – Genuk – Demak – Kudus. Di perjalanan, kami tidak berhenti sama sekali. Kami tiba di Kota Kudus pada pukul 16.20 WIB. Tujuan pertama kami di Kota Kudus adalah Masjid Menara Kudus, yaitu sebuah masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus pada abad ke-16.






Setibanya kami di Masjid Menara Kudus, kami langsung menunaikan ibadah sholat Ashar. Setelah slesai sholat Ashar, kami berfoto-foto ria di Masjid Menara Kudus. Di sana kami mengambil foto sebanyak-banyaknya sembari menunggu waktu sholat Maghrib. Masjid Menara Kudus adalah perpaduan antara arsitektur Jawa dan Islam yang serasi, karena di sana terdapat kolam wudhu, gapura dan menara masjid mirip candi. Setelah selesai sholat Maghrib, kami langsung berangkat menuju Tugu Identitas Kudus. Kami berangkat meninggalkan lokasi Masjid Menara Kudus pada pukul 18.10 WIB.
Setelah meninggalkan lokasi Masjid Menara Kudus, kami berangkat menuju Tugu Identitas Kudus. Karena banyak verboden (rambu-rambu larangan), perjalanan kami antara kedua tempat tersebut cukup lama, akhirnya kami tiba di lokasi pada pukul 19.00 WIB. Setelah tiba di lokasi, kami berjalan kaki menuju sebuah pusat perbelanjaan bernama Kudus Extension Mall. Di Kudus Extension Mall, kami mencari beberapa rumah makan, lalu kami keluar dari pusat perbelanjaan untuk berfoto-foto ria di Tugu Identitas Kudus.
Kami kembali masuk ke pusat perbelanjaan, lalu kami makan di rumah makan yang menyediakan sukiyaki (rebus-rebusan khas Jepang) karena di pusat perbelanjaan itu tidak ada yang menyediakan makanan tradisional Kudus. Setelahi makan, kami tidak lupa ke toilet untuk buang air kecil. Setelah itu, kami meninggalkan lokasi pada pukul 20.30 WIB, lalu kami langsung berangkat menuju Hotel Amantis Demak. Rute yang kami lewati untuk menuju Hotel Amantis Demak adalah Jalur Pantura. Selama di perjalanan, kami beristirahat satu kali saja, yaitu di sebuah SPBU antara Kudus dan Demak, untuk mengisi BBM. Setelah hampir satu jam melintasi jalan besar, kami akhrirnya tiba di Hotel Amantis Demak pada pukul 21.30 WIB.
Pada hari Minggu, 28 Agustus 2016, kami bangun pada pukul 07.30 WIB, lalu kami mandi. Setelah selesai mandi, kami sarapan pagi di hotel. Setelah itu, kami kembali ke kamar hotel untuk mengambil kopor-kopor untuk dibawa kembali ke Jakarta. Lalu kami berangkat ke Masjid Demak (sebuah masjid bersejarah) pada pukul 09.45 WIB. Rute yang kami lewati adalah Lingkar Selatan Demak – Jalan Sunan Kalijaga – Jalan Kyai Turmudzi – Alun-alun. Kami tiba di Masjid Agung Demak pada pukul 10.00 WIB.

Di Demak, hawanya sangat panas karena berada tidak begitu jauh dari laut. Di lokasi Masjid Agung Demak, kami mengambil foto sebanyak-banyaknya. Lokasi tersebut bukan hanya sekedar masjid besar, tetapi ada peninggalan kolam yang dipakai untuk berwudhu. Bukan hanya kolam wudhu, di sana juga ada museum yang menyimpan tentang sejarah Masjid Agung Demak dan benda-benda barang bukti penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Pada pukul 11.20 WIB, kami meninggalkan lokasi Masjid Agung Demak, lalu kami berangkat menuju Pantai Morosari. Rute yang kami lewati untuk menuju Pantai Morosari adalah Jalur Pantura. Kami tiba di Pantai Morosari pada pukul 12.00 WIB. Di sana, hawanya sangat panas seperti di neraka karena berada dekat laut dan tidak jauh dari kawasan industri. Pantai Morosari letaknya tidak terlalu jauh dari hutan bakau.


Kami meninggalkan lokasi pantai Morosari pada pukul 13.00 WIB, lalu kami berangkat ke tujuan terakhir kami, yaitu Lawang Sewu (bangunan bersejarah bekas kantor kereta api pada zaman Belanda). Kami tiba di Lawang Sewu pada pukul 13.30 WIB. Rute yang kami lalui adalah Jalur Pantura – Jalan Kaligawe Raya – Jalan Raden Patah – Jalan Pemuda – Lawang Sewu. Kali ini, kami masuk ke dalam gedung Lawang Sewu. Di sana kami mengambil foto sebanyak-banyaknya. Orang-orang mengatakan bahwa Lawang Sewu itu tempat angker, tetapi saya tidak melihat penampakan atau orang kesurupan di sana. Bahkan, di sana tidak ada juru kunci.
















Kami meninggalkan Lawang Sewu untuk kembali ke Jakarta pada pukul 15.00 WIB. Rute yang kami lewati untuk menuju Jakarta adalah Semarang – Kaliwungu – Kendal – Weleri – Alas Roban – Batang – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes Timur – Tol Pejagan – Tol Bakrie – Tol Palikanci – Tol Cipali – Tol Jakpek - Jakarta, sebuah rute yang melewati jalan besar. Selama di perjalanan, kami beristirahat beberapa kali, baik untuk buang air kecil maupun untuk mengisi BBM. Kami juga dihadapi dengan kekacauan lalu lintas (kemacetan) di beberapa titik di sepanjang perjalanan. Di tengah jalan, kami berhenti di rumah makan Pringjajar (antara Pemalang dan Pekalongan). Bukan hanya itu, kami juga beristirahat untuk tidur di salah satu tempat peristirahatan di Jalan Tol Cipali. Sungguh, itu perjalanan yang super melelahkan karena harus bermacet-macet dengan 'setan' jalan raya. Sampai akhirnya kami tiba di Jakarta dengan selamat pada pukul 05.30 WIB.


Saturday, 9 January 2016

Lanark Baru

Lanark Baru (New Lanark) dulunya adalah kawasan industri (pabrik kapas). Lokasi ini berjarak 45 km dari Glasgow, 55 km dari Edinburgh, 626 km dari London. Lanark Baru dibangun pada tahun 1786 oleh seorang pengusaha bernama David Dale. Lalu, pada awal abad ke-19, David Dale menjual pabrik, tanah miliknya dan desa tempat tinggalnya. Pabrik ini dibangun untuk kemitraan singkat dengan seorang pengusaha berkebangsaan Inggris bernama Richard Arkwright. Tujuan dibangunnya pabrik ini adalah untuk memanfaatkan tenaga air yang hanya bisa didapat dari air terjun di Sungai Clyde. Pada tahun 1825, Lanark Baru menjadi milik keluarga Walker sampai tanggal 1881. Pabrik kapas ini berhenti beroperasi pada tahun 1968. Lalu, pada tahun 2006, sebagian besar bangunan bangunan yang ada di sana telah dipugar dan Lanark Baru menjadi tempat wisata. Tempat ini sekarang telah dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sejak menjadi tempat wisata, 400 ribu orang mengunjungi Lanark Baru setiap tahun.


Pulau Skye


Pulau Skye adalah sebuah pulau di pesisir barat dataran tinggi Skotlandia. Pulau tersebut terletak di gugusan kepulauan Hebrides. Pulau tersebut luasnya 1,656 kilometer persegi dan dihuni oleh 10,000 orang. Pada permulaan abad ke-19, pulau ini dihuni oleh lebih dari 20,000 orang, tetapi karena adanya Pembersihan Dataran Tinggi, banyak warga Pulau Skye yang rumahnya digusur untuk dijadikan peternakan sapi dan domba, lalu mereka merantau ke Dunia Baru (Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru). Kota terbesar di pulau tersebut adalah Portree, yang berpenghuni 2,500 orang. Puncak tertinggi di pulau ini adalah Sgùrr Alasdair (992 m). Di pulau tersebut, ada satu ruas jalan besar yang bernama A87 yang menghubungkan Invergarry (di daratan Britania Raya) dengan Uig (pelabuhan di ujung utara pulau Skye). Di pulau tersebut tidak ada bandar udara besar dan tidak ada rel kereta, tetapi ada dua pelabuhan kecil, Armadale (untuk ferry menuju Mallaig, di daratan Britania Raya) dan Uig (untuk ferry menuju Kepulauan Barat). Pulau tersebut dihubungkan dengan daratan Britania Raya melalui Jembatan Skye (bagian dari jalan A87).


Milovaig

Milovaig adalah sebuah dusun di Pulau Skye, yang kini adalah bagian dari Kawasan Pertanian Glendale. Di dusun tersebut, tidak ada penduduk tetap, namun ada beberapa penginapan, karena Milovaig adalah dusun wisata. Di dusun tersebut, terdapat banyak peternakan sapi dan domba yang sudah beroperasi sejak akhir abad ke-20. Pada waktu itu, warga Glendale banyak yang diusir, tanah mereka digusur karena adanya Pembersihan Dataran Tinggi, lalu mereka merantau ke Dunia Baru (Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru). Di dusun ini terdapat sebuah danau kecil yang bernama Loch Mor. Dusun ini diapit antara Teluk Pooltiel dengan Lautan Hebrides. Di dusun ini juga terdapat pantai wisata bernama Neist Point Beach, dan di pantai itu terdapat sebuah mercusuar yang dibangun pada tanggal 1 November 1909.

Uig

Uig adalah sebuah kota pelabuhan di ujung pulau Skye. Kota ini dihubungkan dengan dua ruas jalan besar, yaitu A87 dan A855. Kota ini hanya berpenghuni 200 orang saja. Di kota ini hanya ada satu SPBU kecil, satu toko kecil, beberapa penginapan dan beberapa rumah makan. Pelabuhan Uig adalah pelabuhan kecil yang hanya melayani ferry ke Tarbert (Pulau Harris) dan Lochmaddy (Pulau Uist Utara), kedua lokasi tersebut berada di daerah tingkat dua Kepulauan Barat.

Kastil Duntulm

Kastil Duntulm (Duntulm Castle) adalah sebuah kastil yang terletak di tepi jalan A855. Kastil tersebut terletak di utara pulau Skye, tepatnya di Semenanjung Trotternish. Kastil tersebut konon ada sejak zaman purba. Tetapi tidak ada barang bukti arkeologis yang membuktikan bahwa kastil tersebut memang sudah ada sejak zaman purba. Namun, ada pendapat yang mengatakan bahwa kastil tersebut dibangun di antara abad ke-14 dan 15 di sebuah daerah dimana perkelahian antara keluarga MacLeod dan MacDonald sering terjadi. Pada abad ke-17, keluarga MacDonald dari Sleat menjadikan kastil tersebut milik mereka. Lalu pada pertengahan abad ke-18, seorang bangsawan bernama Sir Alexander MacDonald menghancurkan kastil tersebut dan batunya digunakan untuk membangun rumahnya sendiri.

Quiraing

Quiraing (The Quiraing) adalah perbukitan yang terbentuk dari tanah longsor yang berada 543 meter di atas permukaan laut. Quiraing terletak di Semenanjung Trotternish, di utara pulau Skye. Quiraing adalah bagian dari lereng curam yang berada di Perbukitan Trotternish. Lereng curam di Quiraing sampai sekarang masih bergerak, oleh karena itu jalan di bawah perbukitan Quiraing membutuhkan perbaikan setiap tahun.

Bagian dari bentang alam yang khas telah mendapatkan nama tertentu, seperti The Needle (sebuah batu bergerigi yang tingginya 37 meter), The Table (daerah berumput datar yang menyelinap di dataran tinggi puncak) dan The Prison (puncak berbatu piramida).

Nama Quiraing berasal dari dua kata dalam bahasa Norse Kuno, yaitu 'kvi' yang berarti lipatan dan 'rand' yang berarti bundar. Pada abad pertengahan, The Table digunakan untuk menyembunyikan sapi dari para perampok.



Glenfinnan


Glenfinnan adalah sebuah desa di Dataran Tinggi Skotlandia. Di desa ini, tidak ada penduduk tetap, tetapi pada saat musim liburan, penduduknya mencapai 120 jiwa. Desa ini berjarak 241 km dari Edinburgh, 201 km dari Glasgow, 852 km dari London. Desa ini dihubungkan dengan ruas jalan A830. Pada tanggal 17 Agustus 1745, pemberontakan Jacobite dimulai di desa ini yang terletak di tepi Danau Loch Shiel. Lalu, pada tahun 1815, dibangunlah tugu yang tingginya 18 meter untuk memperingati peristiwa tersebut. Tugu tersebut dibangun oleh Alexander MacDonald dari Glenaldale. Lokasi tersebut memungkinkan untuk dibangun tugu, karena pada tahun 1812, seorang insinyur bernama Thomas Telford membangun jalan dari Fort William sampai Arisaig, yang sekarang ini disebut A830. Pada tahun 1897, Sir Robert MacAlpine membangun sebuah viaduct, yang sekarang adalah bagian dari Rel Kereta Api dari Fort William ke Mallaig. Sejak tahun 1938, desa Glenfinnan menjadi desa wisata. Pada akhir abad ke-20, desa ini dipakai sebagai lokasi syuting film Harry Potter.


Inverness, Loch Ness dan Kastil Urquhart

Inverness
Inverness adalah sebuah kota di Dataran Tinggi Skotlandia (salah satu daerah tingkat dua di Skotlandia) yang dihuni oleh 50,000 jiwa. Kota ini adalah pusat administrasi (ibukota kabupaten) sekaligus kota terbesar Dataran Tinggi Skotlandia. Kota ini mendapatkan namanya dari kata ‘inver’ yang berarti kuala dan ‘ness’ yang berarti Sungai Ness. Di kota ini terdapat beberapa SPBU, beberapa supermarket besar dan sebuah mall yang bernama ‘Eastgate Shopping Centre’. Kota ini berjarak 288 km dari Edinburgh, 270 km dari Glasgow, 910 km dari London. Kota ini dihubungkan dengan dua ruas jalan besar, yaitu A9 dan A82. Di kota ini terdapat sebuah stasiun rel kereta api besar dan sebuah bandar udara kecil.

Loch Ness

Loch Ness adalah sebuah danau besar di Dataran Tinggi Skotlandia yang membentang sepanjang 36 km. Di pinggirnya ada jalan besar yang bernama A82. Danau ini berada di ketinggian 16 m di atas permukaan laut dan luasnya 56 kilometer persegi. Letak geografis danau ini adalah 57° 18’ Lintang Utara, 4° 27’ Bujur Barat. Danau ini terkenal karena ada sebuah legenda tentang Nessie, monster yang konon tinggal di Loch Ness. Legenda tersebut pertama kali diceritakan pada abad ke-7.

Kastil Urquhart

Kastil Urquhart (Urquhart Castle) adalah sebuah kastil yang terletak di sebuah desa yang bernama Drumnadrochit dan lokasinya sangat strategis, karena adanya di pinggir jalan raya A82. Kastil tersebut dibangun pada abad ke-13. Namun, ada yang berpendapat bahwa kastil tersebut sudah ada sejak abad ke-12 dan kastil tersebut merupakan kediaman Raja William The Lion, walaupun para ahli sejarah tidak menemukan bukti apapun. Kastil tersebut diserbu oleh Raja Edward dari Inggris pada Perang Kemerdekaan Skotlandia Pertama. Pada sekitar abad ke-14, tuan-tuan MacDonald berkali-kali menyerbu kastil ini. Pada awal abad ke-16, keluarga Grant mulai menguasai kastil ini, tetapi keluarga MacDonald mengusir 300 ekor sapi dan 1,000 ekor domba. Setelah keluarga MacDonald mengusir hewan-hewan, keluarga Grant kembali mempunyai kepemilikan kastil tersebut. Pada tahun 1688, Raja James II ditumbangkan, lalu Raja Williem van Oranje mengirim 200 orang prajurit untuk menjaga kastil tersebut. Pada abad ke-18, kastil tersebut hancur menjadi reruntuhan dan penyebabnya tidak diketahui. Pada abad ke-19, kastil ini menjadi milik keluarga Earl of Seafield dan kastil ini dianggap sebagai reruntuhan romantis oleh para pelukis. Pada tahun 1911, kastil tersebut menjadi milik negara. Sejak tahun 1994, kastil tersebut menjadi tempat wisata. Pada tahun 2011, kastil tersebut dikunjungi oleh 315,000 orang dari seluruh dunia.






Sekilas tentang Skotlandia

Skotlandia adalah sebuah negeri (daerah tingkat satu) yang merupakan bagian dari United Kingdom (Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara). Negeri ini berada di sebelah utara Pulau Britania Raya. Negeri ini dibatasi oleh Inggris di selatan, Samudera Atlantik di Timur, Laut Norwegia di Utara dan Laut Utara di Timur. Ibukota negeri ini adalah Edinburgh, sedangkan kota terbesarnya Glasgow. Skotlandia menjadi bagian dari United Kingdom pada tahun 1707, lalu mempunyai parlemen otonomi di United Kingdom sejak tahun 1998. Suku bangsa yang mendiami Skotlandia adalah Kulit Putih (96%) sedangkan suku pendatang di Skotlandia adalah Orang Asia (2.7%), Kulit hitam (0.7%), Orang Arab (0.2%) dan lain-lain (0.4%). Sebagian besar masyarakat Skotlandia menganut agama Kristen (63%), yang dibagi menjadi Protestan (42%), Katolik Roma (20%), Aliran lain (1%), sisanya tidak beragama (34%), beragama Islam (1.9%), beragama Hindu (0.3%), beragama Buddha (0.2%), beragama Sikh (0.2%), Yahudi (0.1%) dan lain-lain (0.3%). Pekerjaan yang dilakoni warga Skotlandia bermacam-macam, ada yang kerja kantoran, ada yang bekerja di pabrik, ada yang petani dan peternak sapi/domba, petani dan peternak sapi/domba tinggal di daerah dataran tinggi, sedangkan pekerja kantoran/pabrik tinggal di daerah dataran rendah. Tak hanya itu, banyak warga Skotlandia yang merantau ke Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Australia atau Selandia Baru, mereka mulai merantau sejak tiga abad yang lalu, karena Pemerintah United Kingdom mengusir mereka karena tanah milik mereka dijadikan peternakan domba. Luas wilayahnya 77,933 km persegi , penduduknya 5,500,000 jiwa. Titik tertinggi di Skotlandia adalah puncak tertinggi di United Kingdom, Ben Nevis (1,344 m). Bahasa yang digunakan di Skotlandia adalah Bahasa Inggris, Bahasa Scots (di daerah dataran rendah, Fife, Tayside, Pegunungan Grampian, Kepulauan Orkney dan Shetland) dan Bahasa Gaelik (di daerah dataran tinggi dan Kepulauan Barat). Skotlandia dibagi lagi menjadi 32 wilayah yang disebut council area (daerah tingkat dua). Bendera negeri ini adalah biru dengan palang diagonal berwarna putih yang menyerupai huruf X, sedangkan lambang negeri ini adalah kuning dengan umbul-umbul merah dan singa merah.