Saturday, 9 January 2016

Inverness, Loch Ness dan Kastil Urquhart

Inverness
Inverness adalah sebuah kota di Dataran Tinggi Skotlandia (salah satu daerah tingkat dua di Skotlandia) yang dihuni oleh 50,000 jiwa. Kota ini adalah pusat administrasi (ibukota kabupaten) sekaligus kota terbesar Dataran Tinggi Skotlandia. Kota ini mendapatkan namanya dari kata ‘inver’ yang berarti kuala dan ‘ness’ yang berarti Sungai Ness. Di kota ini terdapat beberapa SPBU, beberapa supermarket besar dan sebuah mall yang bernama ‘Eastgate Shopping Centre’. Kota ini berjarak 288 km dari Edinburgh, 270 km dari Glasgow, 910 km dari London. Kota ini dihubungkan dengan dua ruas jalan besar, yaitu A9 dan A82. Di kota ini terdapat sebuah stasiun rel kereta api besar dan sebuah bandar udara kecil.

Loch Ness

Loch Ness adalah sebuah danau besar di Dataran Tinggi Skotlandia yang membentang sepanjang 36 km. Di pinggirnya ada jalan besar yang bernama A82. Danau ini berada di ketinggian 16 m di atas permukaan laut dan luasnya 56 kilometer persegi. Letak geografis danau ini adalah 57° 18’ Lintang Utara, 4° 27’ Bujur Barat. Danau ini terkenal karena ada sebuah legenda tentang Nessie, monster yang konon tinggal di Loch Ness. Legenda tersebut pertama kali diceritakan pada abad ke-7.

Kastil Urquhart

Kastil Urquhart (Urquhart Castle) adalah sebuah kastil yang terletak di sebuah desa yang bernama Drumnadrochit dan lokasinya sangat strategis, karena adanya di pinggir jalan raya A82. Kastil tersebut dibangun pada abad ke-13. Namun, ada yang berpendapat bahwa kastil tersebut sudah ada sejak abad ke-12 dan kastil tersebut merupakan kediaman Raja William The Lion, walaupun para ahli sejarah tidak menemukan bukti apapun. Kastil tersebut diserbu oleh Raja Edward dari Inggris pada Perang Kemerdekaan Skotlandia Pertama. Pada sekitar abad ke-14, tuan-tuan MacDonald berkali-kali menyerbu kastil ini. Pada awal abad ke-16, keluarga Grant mulai menguasai kastil ini, tetapi keluarga MacDonald mengusir 300 ekor sapi dan 1,000 ekor domba. Setelah keluarga MacDonald mengusir hewan-hewan, keluarga Grant kembali mempunyai kepemilikan kastil tersebut. Pada tahun 1688, Raja James II ditumbangkan, lalu Raja Williem van Oranje mengirim 200 orang prajurit untuk menjaga kastil tersebut. Pada abad ke-18, kastil tersebut hancur menjadi reruntuhan dan penyebabnya tidak diketahui. Pada abad ke-19, kastil ini menjadi milik keluarga Earl of Seafield dan kastil ini dianggap sebagai reruntuhan romantis oleh para pelukis. Pada tahun 1911, kastil tersebut menjadi milik negara. Sejak tahun 1994, kastil tersebut menjadi tempat wisata. Pada tahun 2011, kastil tersebut dikunjungi oleh 315,000 orang dari seluruh dunia.






No comments:

Post a Comment